:: Selepas malam menggelayut gelap, sepiku merambah bayangmu. Beranjak pekat dalam kubang rindu yang tiba-tiba menghanyutkanku. Untuk mendesiskan namamu dan mencipta wajahmu seketika.
:: Tapi kenapa hanya kosong yang kudekap. Jejak rinduku berkelok pongah di ujung keakuannya. Tanda cintamu masih saja berpihak pada langit semu. Memaksa rinduku menepi dalam basi.
:: Sepertinya, tak ada yang tersisa dariku selain rasa yang menjerit dalam bejana asa yang merapal sedih. Mata terantuk kosong, bibir kelu tanpa sapa dan sekujur tubuh lunglai dalam kepasrahan semu.
:: Mungkinkah semua akan menciumi kefanaan dan berakhir sia-sia? Jika iya, lebih baik aku pergi dan memuja sepi untuk kesekian kalinya.
:: Aaaahhhhh….semoga ini bukan nyata. Karena kuingin rindu ini ada, hari ini, lusa dan seterusnya. Tapi untuk siapa? ::
0 comments ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below..
Leave a Comment